MALAKSANAKAN SA’I ANTARA BUKIT SAHFA DAN MARWAH DI MASJIDIL HARAM MEKAH ~ HAJI DAN UMRAH

MALAKSANAKAN SA’I 

 ANTARA BUKIT SAHFA DAN MARWAH


PENGERTIAN  SA’I

Pengertian Secara Bahasa yaitu Sa’i berasal dari kata sa’aa-yas’aa
yang berarti berjalan, berupaya dan bermaksud.
Sedangkan secara istilah, sa’i adalah melakukan
perjalanan antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali setelah
melaksanakan thawaf.

Allah SWT telah berfirman dalam
Surat Al-Baqarah ayat 158 yang artinya “Sesungguhnya Shafaa dan Marwah adalah
sebahagian dari syi’ar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah
atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan Sa’i antara keduanya.
Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka
sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui”.

Sa’i merupakan salah satu rukun
dalam ibadah haji dan umroh. Sa’i diwajibkan berdasarkan ayat di atas, dan
riwayat yang menyebutkan bahwa beliau melaksanakan sa’i antara Shafa dan
Marwah.
Nabi  bersabda,“Laksanakanlah sa’i karena Allah
telah mewajibkan sa’i atas kalian.” (HR. Daruquthni).

BUKIT SHAFA DAN MARWAH

Bukit Shafa (Klik Video) dan Marwah adalah dua
buah bukit yang terletak dekat dengan Ka’bah (Baitullah). Bukit Shafa dan
Marwah ini memiliki peranan sangat penting dalam sejarah Islam, khususnya dalam
pelaksanaan ibadah haji dan umrah. Jarak antara kedua bukit ini kurang lebih
394,5 m. Sehingga keseluruhan jarak yang ditempuh dalam melaksanakan tujuh kali
putaran sa’i antara Shafa dan Marwah adalah 2761,5 m, menjadi salah satu dari
rukun haji dan umrah. 
Pelaksanaan Sa’i antara bukit Shafa
dan Marwah melestarikan pengalaman Siti Hajar r.a (Ibu Ismail as) ketika
mondar-mandir antara kedua bukit itu untuk mencari air minum bagi dirinya dan
puteranya, disaat beliau kehabisan air, ditempat yang sangat tandus, dan tiada
seorangpun dapat dimintai pertolongan. Nabi Ibrahim as tidak berada di tempat,
berada di tempat yang sangat jauh di Syam. Kasih sayang seorang ibu yang
mendorong Siti Hajar mondar-mandir hingga 7 kali pulang balik antara bukit
Shafa dan Marwah itu. Jarak antara bukit Shafa dan Marwah adalah kurang lebih
400 meter.

Sa’i
antara Shafa dan Marwah(ADA TIGA LANTAI) adalah salah satu rukun dari rukun-rukun haji dan umrah.
Apabila seseorang menengerjakan haji atau umrah tidak mengerjakan sa’i antara
kedua bukit ini, batallah haji dan umrahnya


SYARAT PELAKSANAAN SA’I MENJADI SAH

2.      Dilakukan sebanyak tujuh
kali putaran. Pergi ke Marwah adalah satu putaran dan kembali ke Shafa adalah
satu putaran.

3.      Harus dilakukan setelah
melaksanakan thawaf, baik thawaf qudum atau thawaf ifadhah.

4.      Tidak menyimpang terlalu
jauh dari jalur antara keduanya.


PERBUATAN SUNAH DALAM SA’I


1.      Menaiki bukit Shafa dan
Marwah setinggi kurang lebih tubuh manusia.

2.      Berdoa dan berzikir
sepanjang perjalanan sa’i.

3.      Berjalan dengan tenang
sepanjang putaran dan berlari agak cepat di antara dua tanda hijau.

4.      Setiap putaran dilakukan
dengan muwalah, yaitu terus dan langsung serta tidak terputus.

5.      Suci dari hadas dan
najis.

6.      Melakukan muwalah antara
pelaksanaan sa’i dengan pelaksanaan thawaf, shalat sunah thawaf dan menyentuh
Hajar Aswad
bila memungkinkan .

7.      Membaca doa yang
dianjurkan ketika melaksanakannya.

8.      Menutup aurat.

9.      Melakukan idhthiba’,
yaitu menjadikan kain ihram di bawah ketiak sebelah kanan seperti ketika
melaksanakan thawaf.

Paket Umroh Haji

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.