http://infoumrohtegal.blogspot.com/2013/06/persiapan-dan-tata-cara-ibadah-umrah.html

Sebelum Anda berumrah ada beberapa amalan penting yang tidak boleh
dilupakan. Dan amalan ini merupakan penyempurna ibadah Umroh itu
sendiri, karena memperoleh Mabrur atau Maqbul dalam Umroh itu terkait
dengan amalan sebelum berangkat. Karena tidak mungkin bahwa Mabrur,
soleh ataupun takwa itu sendiri diperoleh hanya dalam waktu 1 atau 2
minggu saja tanpa persiapan lahir dan batin di tanah air.
Persiapan Di Tanah Air
Persiapan Dhohir

  • Bertobat dari segala dosa dan maksiat, baik dosa kepada Allah SWT,
    yaitu pelanggaran dari segala larangan-Nya dan keengganan melaksanakan
    perintah-Nya, maupun dosa kepada sesama manusia.
  • Meminta izin orang tua atau yang dituakan.
  • Membayar segala utang, mengembalikan harta yang diperoleh dengan cara zhalim (korupsi) dan aniaya (merampas hak orang lain).
  • Dana yang digunakan benar-benar halal dan bersih.
  • Menyiapkan nafkah yang cukup bagi keluarga yang ditinggalkan.
  • Banyak bersedekah kepada dhuafa, fakir dan miskin.
  • Carilah kawan seperjalanan yang saleh, yang baik, senang menolong,
    sering mengingatkan jika lupa, suka menegur jika ada kesalahan,
    memotivasi kepada keteguhan dan kesabaran.
  • Sebelum berangkat, berpamitan kepada teman, tetangga dan saudara
    lainnya yang berdekatan. Meminta restu mereka, dan mendoakan kebaikan
    untuk mereka.

Persiapan Batin

  • Niat dan tujuan semata-mata karena Allah SWT, dan bukan untuk mencari kemasyhuran dan gelar.
  • Memperbanyak sedekah.
  • Meninggalkan rafats (ucapan kotor; tidak berguna), fusûq (maksiat, keluar dari ketaatan kepada Allah SWT), dan jidâl (berbantahan, bertengkar dll).
  • Rendah hati, lemah-lembut, mengutamakan kebaikan, budi pekerti yang baik. Tidak menyakiti orang lain, husnu zhan (berbaik sangka), sabar dan tabah dalam menghadapi perbuatan yang tidak menyenangkan dan menyakitkan.
  • Ikhlas dalam segala ucapan dan perbuatan. Tidak memperhitungkan
    segala apa yang telah dikeluarkan untuk menyempurnakan ibadah haji
    maupun umrah.
  • Ikhlas dan sabar dalam menghadapi musibah atau kerugian yang menimpa
    fisik dan harta. Sebab segala musibah dan kerugian yang diterima secara
    ikhlas, termasuk kebaikan berpahala di sisi Allah SWT.

Menjelang Berangkat

  • Salat sunat Safar (bepergian) dua rakaat dengan membaca Fatihah dan al-Kafirun di rakaat pertama dan Fatihah dan al-Ikhlas di rakaat kedua. Boleh membaca Ayat Kursi atau Surat al-Quraisy dan satu kali sebelum keluar rumah atau doa lainnya yang dihafal dan disukai.
  • Berdoa bagi keluarga maupun teman yang ditinggalkan.
  • Ketika naik kendaraan atau pesawat terbang bacalah doa.

Bismillahirrahmanirrahim

Setelah duduk membaca lagi:
Alhamdulillahirabbil’alamin

Diteruskan dengan membaca:
Subhânaladzî sakhara lanâ hâdzâ wa mâ kunnâ lahû muqrinîn wa innâ ilâ robbinâ lamunqolibûn
“Segala puji bagi Allah yang telah memudahkan kami (padahal) kami
tidak sanggup mengendalikannya. sesungguhnya kami akan kembali kepada
Allah.”
(QS. Al-Zukhruf: 14)

Diteruskan dengan membaca:
Allahu Akbar 3 x

Atau membaca:
Subhânaka innî dzolamtu nafsî faghfir lî innahû lâ yaghfiru dzunûb illâ anta
“Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku menganiaya diriku sendiri
(maka) ampuni aku karena tidak ada (yang) bisa mengampuni kecuali Engkau
.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Nasaî dengan sanad sahih)

  • Selalu dalam keadaan berwudlu dan shalat berjamaah.
  • Banyaklah berbuat kebaikan dalam perjalanan selain sabar  dan tawakal kepada Allah SWT.
  • Berdoalah di setiap kesempatan dalam perjalanan karena doa orang
    yang sedang bepergian mustajab sebagaimana disebutkan dalam hadist:

“Tiga doa yang mustajab dan tidak diragukan: doa orang yang
dizhalimi, doa orang yang sedang bepergian, dan doa orang tua kepada
anaknya.”
(HR. Tirmidzi)
2.  Tata Cara Umrah
Melaksanakan Sunat-Sunat Ihram

  • Sebelum ihram rapikan kuku, rambut, jenggot, kumis, bulu ketiak dan
    bulu lainnya. Kemudian mandi (membasahi badan dari kepala sampai kaki),
    menyela-nyela jari tangan dan kaki, kemudian berwudhu.
  • Selanjutnya mengenakan pakaian ihram. Bagi pria yang satu disebut Rida (kain bagian atas) dan Izzar (kain bagian bawah).
  • Pakaian ihram untuk wanita sama halnya dengan pakaian ketika shalat.
    Yaitu jilbab yang harus menutupi seluruh rambut (rambut tidak boleh
    terlihat). Baju harus menutupi dada. Tidak boleh memakai pakaian tipis
    hingga terlihat rambut atau kulit, selain telapak muka dan telapak
    tangan. Kaki memakai kaos kaki/stoking.
  • Sebelum niat boleh memakai wewangian, body lotion, parfum dan lainnya. Namun tidak boleh dilakukan sesudah niat.
  • Bila shalat wajib didirikan, kerjakan shalat sunat ihram setelahnya,
    atau boleh menjadikan shalat wajib itu penganti salat sunat ihram.

Perhatian

  • Shalat sunnat ini tidak diniatkan untuk ihram, tapi berniat
    mengerjakan shalat sunnat yang disebabkan satu sebab. Misalnya shalat
    dhuha, shalat hajat, tahiyatul masjid dll.
  • Yang berangkat dari Madinah sebaiknya mengerjakan semua sunah ihram di hotel.
  • Setelah berpakaian ihram, shalat sunat dan niat dilakukan di Miqat Bir Ali.

2. Ihram Umrah

Ihram umrah adalah niat untuk melaksanakan umrah kemudian diikuti
dengan Talbiyah. Ihram umrah ini merupakan tanda telah masuknya
rangkaian ibadah umrah dengan diharamkannya melakukan segala sesuatu
selama melaksanakan umrah sebagaimana takbiratul ihram dalam shalat.
Niat untuk umrah antara lain:
Labbaika Allâhuma Umratan
“Aku taati panggilan-Mu untuk melakukan umrah”

Setelah niat tidak boleh melanggar larangan ihram. Tidak boleh
berkata buruk, mengunjing, bertengkar, berdebat yang tidak bermanfaat
dan larangan lainnya untuk menjaga kesempurnaan umrah. Banyaklah membaca
talbiyah:
Labaîk allâhumma labaîk, labaîk lâ syarîka laka labaîk, innal hamda wan ni’mata laka wal mulku, lâ syarîka laka
“Aku penuhi seruan-Mu Ya Allah, aku penuhi seruan-Mu tidak ada
sekutu bagi-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan seluruh kerajaan
milik-Mu dan tidak ada sekutu bagi-Mu.”

Setelah berulang kali membaca talbiyah diselingi shalawat:
Wa shallallahu ala muhammadin wa ala alihi wa shahbihi wa sallam
“Semoga shalawat dan salam tetap tercurahkan atas junjungan nabi kita Muhammad beserta keluarga dan para pengikutnya.”

Kemudian bacalah doa yang disukai, misalnya doa:
Allâhumma inna nas-aluka ridhâka wal jannah wa naûdzubika min sakhatika wannâr.

Ya Allah kami meminta ridha-Mu dan surgaMu. Kami berlindung dari kemarahan dan api neraka.”
3. Masuk ke Masjidil Haram

Ketika masuk masjid dahulukan kaki kanan dengan membaca:
Allahumma antas salam wa minkas salam fa hayyina rabbana bis salam, Allahumaghfir  li waftahlî abwâba rohmatika
“Ya Allah, Engkau adalah Dzat yang Memiliki kedamaian, semua
kedamaian (bermuara) dari-Mu, hidupkanlah kami dengan penuh kedamaian,
ampunilah dosaku dan bukakan pintu-pintu untuk meraih Rahmat-Mu
.”

Kemudian berjalan dengan tenang dan khusuk sambil membaca talbiyah.

Ketika melihat Ka’bah berdoa sambil mengangkat kedua tangan:
Allahumma zid hâdzal baita tasyrîfan, wa takriman,  wa ta’dzîman 
wa mahabatan wa zid man syarrafahu  mimman hajjahu wa’tamarahu
tasyrîfan, wa ta’dzîman wa takrîman wa birran

“Ya Allah tambahkanlah kepada Baitullah (Ka’bah) ini  kemuliaan,
keluhuran, kehebatan dan kewibawaan. Dan tambahkanlah  pula kepada orang
yang mengunjunginya, baik haji meupun berumrah, kemuliaan, keluhuran,
kehebatan dan kebajikan.”
(HR. Syafi’i dan lainnya)

Setelah itu berdoalah menurut keinginan anda.
4. Memulai Tawaf

Ketika hendak tawaf benarkan letak baju ihram menjadi Idhthiba. Yaitu ujung baju ihram bagian kanan disimpan di pundak sebelah kiri.

Mulailah tawaf dengan berlari-lari kecil (raml) di tiga putaran pertama sambil idhthiba. Dan bacalah doa ini  setiap kali Isyarah (melambaikan tangan ke arah Hajar Aswad) .
BISMILLAAHI ALLOOHU AKBAR

“Dengan menyebut nama Allah,  Allah Yang Maha Besar”.

Doa di saat Thawaf antara Hajar Aswad dan Rukun Yamani :
Subhanallah walhamdulillahi wa la ilaha illallahu, wallahu akbar, wa la haula wa la quwwata illa billahil’aliyyil azhim
“Maha Suci Allah, segala puji hanya kepunyaan Allah, tidak ada
Tuhan yang berhak di sembah kecuali Allah, tiada daya upaya dan kekuatan
kecuali dengan seizin Allah.” 

Allahumma imanan bika wa tashdiqan bi kitabika wa wa faan bi
ahdika wattibaan li sunnati nabiyyika muhammadin shallallahu alaihi wa
sallam

“Ya  Allah, (kami melakukan thawaf ini) karena mengimani-Mu,
membenarkan kitab-Mu, menepati (janji kami) kepada janji-Mu dan
mengikuti sunnah nabi-Mu, Muhammad SAW”

Allahumma inna hadzal harama haramuka, wal balada baladuka, wal
amna amnuka, wal ‘abda abduka, ji’naka min biladin ba’idatin bi dzunubin
katsiratin, fagfirlana dzunubana wa kaffir anna sayyiatina wa tawaffana
ma’al abrar

“Ya  Allah, sesungguhnya Tanah Suci ini adalah Tanah Suci-Mu,
negeri (Mekkah ini) adalah negeri-Mu, kemananan ( negeri ini) adalah
keamanan-Mu, hamba ini adalah Hamba-Mu kami datang dari negeri yang jauh
dengan berlumuran dosa, maka ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah
kesalahan-kesalahan kami bersama orang-orang yang baik. ”

Bisa juga saat mulai tawaf pertama diawali dengan doa melihat Ka’bah
seperti diatas dan doa agar haji/umrah mabrur dibawah ini atau yang
lainnya,
Allahummaj’alhu hajjan/umratan mabrur, wa sa’yan masykuran, wa
dzanban maghfuran, amalan shalihan maqbulan, wa tijaratan lan tanbura

“Ya  Allah, jadikanlah (Haji/Umrah Ini) umrah yang mabrur, sai
yang dihargai, dosa yang diampuni, amalan shalih yang diterima dan
perniagaan yang tidak akan merugi. ”

Perhatian

  • Raml (berlari-lari kecil) di 3 putaran pertama tawaf hanya
    disunahkan ketika tawaf umrah. Bila tidak mampu maka berusaha semampunya
    ber-raml. Bila tidak sanggup juga berjalanlah biasa. Raml hanya
    disunahkan bagi laki-laki.
  • Idhtiba disunahkan dalam setiap tawaf sampai putaran ke tiga untuk umrah.
  • Tidak ada doa khusus dalam setiap putaran tawaf. Bacalah doa yang dikuasai. Doa dalam Al-Qur’an dan Hadist lebih diutamakan.

5. Rukun Yamani

Sampai di Rukun Yamani cukup baca “Allahu Akbar” lalu antara Rukun Yamani dengan Hajar Aswad bacalah doa:
Rabbanâ âtinâ fiddunyâ hasanah wa fil âkhirati hasanah wa qinâ adzabannâr
“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan akhirat, dan selamatkan kami dari api neraka.”
6. Shalat di Maqam Ibrahim

Selesai tawaf kemudian menuju maqam Ibrahim sambil membaca:
Wattakidzû min maqâmi ibrâhîma mushollâ

Dan Jadikanlah sebagian dari Maqam Ibrahim tempat salat.”

Kemudian shalat sunnat dua raka’at dibalakang Maqam Ibrahim atau bisa dimana saja. Rakaat pertama membaca Fatihah dan alKafirun, rakaat kedua membaca fatihah dan al-Ikhlas (atau
boleh surat-surat lainnya yang dihapal). Sesudah shalat bacalah/berdoa
ambil yang sejajar dengan multazam(jika memungkinkan) sambil berdoa
menurut keinginan anda.
Perhatian

  • Tidak ada doa khusus dalam setiap putaran tawaf kecuali hanya
    beberapa doa yang telah disebutkan diatas. Anda boleh membaca doa
    sendiri atau dengan bahasa yang anda kuasai.
  • Tidak disunahkan mengusap, mencium atau menempelkan benda untuk mengambil berkah karena hal ini tidak diajarkan Nabi saw.
  • Mencium Hajar Aswad adalah sunah sedangkan menghormati sesama Muslim wajib hukumnya, maka jangan mengejar pahala sunah namun berakibat dosa.
  • Jangan paksakan mencium Hajar Aswad bila keadaan penuh sesak. Bila
    keadaan penuh sesak dan tidak memungkinkan raml, berjalan biasa atau
    tetap raml semampunya.
  • Jangan paksakan shalat yang berhadapan langsung dengan maqam Ibrahim bila penuh sesak, carilah tempat kosong. Kemudian Istilam (bila memungkinkan) ke arah Hajar Aswad sambil berdoa di Multazam (bila memungkinkan) atau cukup berdoa di tempat anda berada.
  • Maqam Ibrahim bukanlah kuburan Nabi Ibrahim, maka hindari mengusap,
    mencium untuk mengharap berkah. Ingat! Jangan rusak ibadah anda dengan
    perbuatan yang tidak ada tuntunannya.

7. Minum Air Zam-zam

Sebelum Sai disunahkan minum air Zam-Zam.  Berdoa :
Allahumma inni as’aluka ‘ilman nafi’an wa rizqan wasi’an wa syifaan min kulli dain wa saqamin

Ya Allah sesungguhnya kami memohon kepada-Mu ilmu yang
bermanfaat, rezeki yang berlimpah ruah dan penyembuhan dari segala
penyakit dan kesakitan.”

8. Sai

Setelah sampai atau ketika mendekat ke bukit shafa bacalah:
Innash-shofâ wal marwata min sya’â-irillâhi, abda-u bimâ bada Allâh bihi
“Sesungguhanya Shafa dan Marwah sebagian dari syiar Allah. Aku mulai dengan apa yang dimulai Allah.”

Ketika sampai di Shafa menghadap Kabah dengan mengangkat kedua tangan sambil membaca:
Allahu Akbar 3 x
Lâ ilâha illallahu wahdahu lâ syarîka lahu, lahul mulku walahul
hamdu  wa huwa ‘alâ kulli syai-in qadîir, Lâ ilâhi illallahu wahdahu,
shadaqa wa’dahu, wa nasharo ‘abdahu, wa a’azza jundahu, wa hazamal
ahzaba wahdah

Allah Maha Besar 3x
“Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain  Allah semata, tidak
ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya semua kekuasaan  dan pujian dan Dia Maha
Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain
Allah semata, yang telah membenarkan janji-Nya, membela hamba-Nya,
menguatkan bala tentara-Nya dan mengalahkan musuh-musuh-Nya dengan
sendirian.”

Lalu turun sambil berdzikir dan berdo’a sampai lampu hijau, bagi
laki-laki ketika berada diantara dua lampu hijau di sunnahkan
berlari-lari kecil (raml) sambil membaca:
Allahummaghfir warham wa’fu wa takarram wa tajawaj  ‘amma ta’lam
innaka ta’lamu ma la na’ lam, innaka antallah al a’azzu wal akram

“Ya Allah, ampuni (dosaku). kasihanilah (daku), muliakanlah
(diriku) dan maafkanlah segala apa yang kami tidak mengetahui, memang
Engkau adalah mengetahui apa yang kami tidak ketahui. Sesungguhnya
Engkau adalah Dzat Yang Maha Perkasa lagi Maha Mulia”

Selesai Raml atau setelah sampai di lampu hijau berikutnya
berjalan biasa lagi hingga di Marwah sambil berdzikir dan berdoa. Ketika
naik atau mendekati bukit Marwah membaca :
Innash shafa wal marwata min sya’airillah fa man hajjal baita
awi’tamara fa la junaha alaihi ayyathawwafa bihima, wa man tathawwa’a
khairan fainnallaha syakirun ‘alim.

“Sesungguhnya bukit Shafa dan Marwa termasuk syiar-syiar (agama)
Allah. Barangsiapa yang menunaikan haji atau umrah, maka ia boleh
melaksanakan sai antara keduanya. Dan, barangsiapa yang mau melaksanakan
amalam-amalan sunat sesuka hati, maka sesungguhnya Allah Dzat Pemberi
Penghargaan dan Yang Maha Mengetahui.”

Setelah sampai di atas bukit Marwah menghadap kiblat sambil bertakbir
dan berdoa seperti di permulaan Sai (di atas bukit Shafa). Kemudian
mulai berjalan kearah Shafa dan be-raml ketika melewati dua lampu hijau.

Sai dilakukan tujuh putaran, antara Shafa dan Marwah dihitung satu
putaran dan begitu pula sebaliknya dan sai akan berakhir di Marwah.
9. Tahallul

Selesai Sai kemudian Tahallul dengan menggunting atau mencukur
rambut sedangkan bagi wanita hanya mengunting beberapa helai rambut
sepanjang ruas jari saja. Ketika mencukur rambut mulailah mencukurnya
pada bagian sebelah kanan kepala dan berdoa:
Allâhummaghfir lil muhalliqîna wa lil muqoshirîn

Ya Allah, ampunilah orang yang bercukur dan yang bergunting.”

Mengunting atau memotong rambut boleh dilakukan oleh siapa saja, anak
kecil ke orang tua atau sebaliknya, istri kepada suaminya atau
sebaliknya. Hendaknya wanita dipotong oleh muhrimnya. Anda menjadi halal
kembali dan selesailah umrah anda.
Tawaf Wada’ Bagi Yang Berumah

Bagi yang berumrah selain di bulan haji, ketika akan meninggalkan
kota Mekkah disunahkan melakukan Thawaf Wada. Caranya seperti melakukan Thawaf Sunnah serta pakaian bebas.

Sunnahnya diakhiri dengan shalat sunnat thawaf  2 rakaat setelah 7
kali thawaf. Bagi wanita yang berhalangan (haid, nifas dll) tidak
disarankan thawaf wada’ dan cukup berdoa di pintu Masjidil-Haram.
Daftar Pustaka

1.   Gayo, H.M. Iwan, 2004, Buku Pintar Haji dan Umrah (Jakarta: Pustaka Warga Negara)

2.    Mubarakfurî, Shafiyyurahmân. 2002, Tarikh Makkah al- Mukarramah, (Riyadh: Dar as-Salam)

3.  Râwah, Abdul Fattâh, 2003, Kitâb al-Îdhâh Fî Manâsik al-Hajj wa al-Umrah, Cetakan Kelima, (Mekkah: Maktab al- Imdâdiyyah)

4.  Rousydy, Latif, 1989, Manasik Haji dan Umrah Rasulullah s.a.w (Medan: Rimbow)

5.  Shihab, Quraish, 2003, Haji bersama M. Quraish Shihab (Bandung: Mizan)

6.  Qudâmah, Ibnu, 1997, al-Mughnî, Cetakan Kedua, (Mekah: Mustaphâ al-Bâz)

Bila Allah SWT telah memanggil Anda, membuka hati Anda, maka bersegeralah ke Tanah Suci

Paket Umroh Haji Murah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eskort mersineskort mersin