Jakarta, CNN Indonesia — Kementerian Kesehatan membeberkan alasan stok vaksin Meningitis Meningokokus (MM) mengalami kelangkaan persediaan atau stok di Indonesia. Vaksin ini dibutuhkan bagi pelaku perjalanan termasuk calon jemaah Haji dan Umrah.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu mengatakan salah satu vaksin meningitis yang sudah memperoleh izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tidak bisa melanjutkan produksi untuk sejumlah kelompok vaksin lantaran suatu hal.

“Tidak bisa melanjutkan produksi untuk kelompok vaksin ACM135 Meningococcal Polysaccharide karena sedang dalam proses pemenuhan upgrade CAPA prakualifikasi WHO. Sehingga produksi vaksin dari produsen vaksin tersebut tidak dapat dipenuhi,” kata Maxi dikutip dari situs resmi Kemenkes, Kamis (29/9).

Kendati demikian, Maxi mengatakan pihaknya telah mengupayakan berbagai hal guna memenuhi kebutuhan vaksin meningitis di Indonesia. Pertama, Kemenkes mulai mengidentifikasi kondisi stok vaksin meningitis di seluruh Indonesia, baik yang ada di Dinas Kesehatan maupun Kantor Kesehatan Pelabuhan. “Serta telah dilakukan relokasi tersebut ke Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) yang tingkat layanan vaksinasinya cukup banyak sasarannya,” kata dia.

Kedua, Kemenkes telah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti Kementerian Agama dan Asosiasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah untuk menyampaikan tentang pentingnya pelaksanaan vaksinasi meningitis dan kondisi terkini tentang layanan vaksinasi swasta.

Pelayanan vaksinasi diprioritaskan pelayanan bagi jemaah yang waktu berangkatnya sudah dekat agar mereka mendapatkan waktu yang cukup untuk pembentukan antibodi.

Upaya ketiga, Kemenkes telah berkoordinasi dengan PT Biofarma dan BPOM untuk memenuhi kebutuhan vaksin meningitis. Dari hasil koordinasi yang dilakukan telah diperoleh tambahan vaksin sebanyak 225 ribu dosis vaksin meningitis dari PT Biofarma.

Secara rinci, sebanyak 150 ribu dosis vaksin diperuntukkan bagi pemenuhan jemaah yang telah tiba di Indonesia, sedangkan sisanya 75.000 dosis untuk pemenuhan swasta. “Dengan upaya-upaya tersebut diharapkan vaksin MM sudah bisa terdistribusi ke fasilitas layanan paling lambat minggu pertama bulan Oktober 2022 agar pelaksanaan layanan vaksinasi MM bagi jemaah umrah dapat berjalan dengan baik dan tidak terjadi kembali keterbatasan stok vaksin di tempat pelayanan vaksinasi MM,” ujar Maxi.

Vaksin meningitis mengalami kelangkaan di sejumlah daerah di Indonesia, imbasnya banyak calon jemaah umrah yang gagal berangkat atau tertunda ke Tanah Suci. Diketahui, sejumlah KKP menghentikan pelayanan vaksinasi meningitis, termasuk kepada para calon jemaah umrah. Vaksin meningitis merupakan salah satu syarat bagi setiap orang yang hendak ke Tanah Suci di Arab Saudi untuk umrah maupun naik haji. (khr/pmg)

Sumber informasi : cnnindonesia.com

sumber : https://himpuh.or.id/blog/detail/554/kemenkes-beberkan-alasan-vaksin-meningitis-langka-di-indonesia

eskort mersineskort mersin