Tidak ada keinginan manusia yang paling sempurna kecuali mendapatkan ridha dari Allah (mardhatillah). Pintu gerbang menuju keridhaan Allah tersebut adalah maghfirah alias pengampunan dari-Nya. Kita tahu setiap manusia lahir dalam keadaan suci dari segala dosa dan kesalahan. Dalam ajaran islam tidak dikenal dosa warisan. Namun dalam perjalanan hidup manusia, terutama setelah aqil baligh, tidak ada satupun manusia yang bebas dari dosa dan kesalahan, kecuali para Nabi dan Rasul Allah swt. Tapi semua dosa manusia akan mendapatkan ampunan Allah swt sepanjang manusia tersebut berusaha untuk mendapatkan ampunan-Nya.

Umroh Ramadhan di Masjidil Nabawi, Madinah

Rasulullah saw mengatakan bahwa setiap manusia pasti berdosa dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah mereka yang bertobat. Apa yang paling diinginkan oleh mereka yang berusaha untuk bertobat? Ya, mereka ingin dosanya diampuni. Ibadah ibadah haji dan atau ibadah umrah adalah mendapatkan salah satu upaya manusia agar dosanya diampuni. Untuk itu sungguh sayang apabila kita melakukan ibadah haji dan umrah tidak memanfaatkan momen tersebut.

Dalam ajaran islam ada beberapa cara agar dosa dan kesalahan seseorang dihapuskan. Adalah penting untuk disadari bahwa semakin berat dan besar dosa seseorang maka semakin berat dan besar pula proses perjuangan untuk memperoleh penghapusannya. Beberapa  alternatif cara menghapuskan kesalahan dan dosa ialah secara rutin dianjurkan membaca istighfar (permohonan ampun) tiga kali setiap usai melaksanakan shalat fardhu. Apabila terlanjur berbuat kesalahan dan dosa, harus segera menyadari kesalahan dan dosanya serta membaca istighfar, memohon ampun kepada Allah swt, meminta maaf kepada manusia dan menghentikan perbuatan dosanya.

Kiat lain menghapuskan dosa adalah memperbanyak membaca istighfar seraya memohon ampunan di waktu sahur dan selepas melakukan shalat qiyamullail/tahajud.

Ada beberapa macam dosa untuk mensucikan diri untuk memohon ampun kepada Allah seperti yang diajarkan didalam Al-Qur’an. Diantaranya adalah,

Doa Nabi Adam

            “….Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi”. (al-A’raaf : 23)

Doa Nabi Yunus

            “Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim”. (al-Anbiya : 87)

Atau doa-doa tobat yang lainnya seperti,

            “Allahumma, ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi Maaf, menyukai setiap hamba-Mu yang meminta maaf, karena itu maafkanlah aku”.

Atau:

            “Maha Suci Allah, dan segala puji milik-Nya, Maha Suci Allah Yang Agung, karena itu ampunilah kami, ya Allah”.

Dan yang paling tepat adalah melakukan taubatan nasuha, taubat yang sungguh-sungguh, yaitu berhenti dari perbuatan salah dan dosa, menyesal atas dosa yang sudah terlanjur dilakukan, berjanji tidak akan mengulangi perbuatan salah dan dosa dan mengiringinya dengan perbanyak amal saleh.

Sedangkan apabila melakukan kesalahan dan dosa yang berkaitan dengan manusia, seorang muslim harus meminta maaf kepada yang bersangkutan. Apabila yang bersangkutan telah wafat atau sulit untuk bisa ditemui, maka seorang muslim hendaknya banyak berdoa untuk keselamatan dan ampunan bagi yang bersangkutan. Kalau kesalahan dan dosa berkaitan dengan harta (misalnya masalah utang), maka harta tersebut harus dikembalikan atau minta dihalalkan. Dan kalau yang bersangkutan sudah wafat atau sulit dijumpai, kembalikan harta pembayaran tersebut kepada keluarganya. Kalau keluarganya juga tidak ada, maka harta tersebut diserahkan kepada Baitul Mal atau untuk membantu orang-orang yang sangat memerlukan.

Apabila sudah bertobat dan meminta maaf kepada orang lain tapi masih merasa dosanya terlalu besar untuk dihapuskan maka sejumlah kebajikan dan amal shaleh yang sangat memungkinkan dapat menghapus kesalahan dan dosa.

Contoh amal shaleh yang disebutkan Nabi saw dapat mensucikan diri dengan menghapuskan dosa diantaranya adalah:

  • 1. Melakukan shalat malam (qiyamullail/tahajud) secara rutin,
  • 2. Melakukan shaum sunah secara rutin.
  • 3. Melakukan ibadah ibadah haji dan umroh,
  • 4. Selalu melakukan shalat jamaah di masjid,
  • 5. Banyak berdzikir dan berdoa serta men-dawam-kan (merutinkan) membaca Al-Qur’an,
  • 6. Sering dan banyak memberi zakat,
  • 7. Infaq dan shadaqah,
  • 8. Khidmat (hormat dan berbuat baik) kepada orang tua (ibu dan ayah, terutama ibu),
  • 9. Menolong fakir miskin atau orang yang mendapat kesulitan,
  • 10. Bersabar dan tawakkal ketika mendapat musibah dan kesulitan,
  • 11. Tidak dendam ketika dizalimi atau difitnah orang lain,
  • 12. Tidak melakukan pembalasan membuka aib orang yang memamerkan aib dirinya,
  • 13. Pasrah setelah berusaha ketika kekayaan diambil atau dirampas orang lain atau dimakan binatang,
  • 14. Ikhlas dan ridha menerima sangsi hukuman yang ditetapkan Allah swt atas dosa dan kesalahan yang telah diperbuatnya, seperti qishash dan lain-lain.

Ada beberapa dosa yang tidak bisa hilang begitu saja dengan taubat dan minta maaf. Salah satunya adalah dengan syarat membayar kafarat khusus sesuai dengan ketentuan agama akibat dosa-dosa tertentu, seperti melakukan puasa dua bualn terus menerus, memberi makan faqir miskin, puasa tiga hari dan lain-lain.

Selain itu semua, ibadah ibadah haji dan, atau umrah adalah saat-saat yang sefektif untuk bertobat memohon ampun kepada Allah. Tobat dilakukan selama proses ibadah ibadah haji/umrah berlangsung, yaitu sejak berniat ihram, ketika thawaf, selesai thawaf, saat berada di Multazam, selesai shalat sunah, thawaf di makam Ibrahim, saat sa’i di bukit Shafa, Marwa dan diantara keduanya. Ketika mabit di Mina dan Muzdalifah, terutama ketika dipuncak prosesi ibadah ibadah haji yaitu wukuf di Arafah. Juga ketika ziarah di masjid Nabawi terutama saat berada di Raudhah. Bahkan secara khusus Rasulullah saw menyebut diantara umrah ke umrah berikutnya itu menghapus dosa. Sabdanya dari Abu Hurairah,

“Umrah ke umrah berikutnya akan menghapuskan dosa diantara keduanya dan ibadah haji yang mabrur tiada balasan kecuali surga”. (HR Bukhari dan Muslim)

Pada dasarnya, di tanah suci banyak kita temukan momen berupa tempat (Masjidil Haram, Masjid Nabawi, Multazam, Arafah dan lainnya) dan waktu (saat wukuf, umrah, dan sebagainya) dimana doa-doa amat dikabul. Untuk itu, yang pertama kali diminta adalah ampunan (maghfirah) dari Allah. Itulah mengapa seseorang sangat berharap dapat menunaikan ibadah haji dan umrah, salah satunya agar semua dosa yang telah dilakukannya selama ini dihapuskan dan dirinya kembali bersih seperti sabda Nabi saw,

“Barangsiapa beribadah haji, kemudian ia tidak berkata-kata kotor dan tidak berlaku fasik maka dosa-dosanya akan dihapuskan seperti hari ia dilahirkan oleh ibunya”. (HR Bukhari dan Muslim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eskort mersineskort mersin