Kategori : Berita, Ditulis pada : 06 Agustus 2022, 14:20:18

Kementerian Haji dan Umroh Arab Saudi menegaskan kembali, bahwa jamaah dari luar negeri yang ingin melakukan umroh tidak diharuskan menunjukkan hasil tes PCR negatif atau hasil tes antigen cepat untuk masuk ke Arab Saudi. 

Kementerian mencatat, penerbitan asuransi untuk menutupi biaya pengobatan jika terinfeksi virus Covid-19 masih menjadi syarat masuknya jamaah umroh asing ke Kerajaan untuk menunaikan ibadah umrah. 

Durasi tinggal bagi mereka yang datang dengan visa umroh hanya 90 hari. Selama itu, kementerian mengatakan bahwa peziarah dapat bergerak dan melakukan perjalanan selama tinggal di antara Makkah dan Madinah dan semua kota Saudi lainnya. 

Perlu disebutkan bahwa kementerian telah memperkenalkan desain elektronik program Perjalanan Umrah untuk jamaah umroh asing. Jamaah dapat memilih program ini secara langsung dan tanpa perantara selama musim umroh tahunan baru.

Mereka dapat mengajukan permohonan penerbitan visa umrah melalui e-platform yang disetujui untuk layanan umroh bagi individu, melalui tautan berikut: https://maqam.gds.haj.gov.sa/Home/OTAs Jamaah umroh juga dapat memeriksa persyaratan umroh menurut negara kedatangan dengan mengunjungi situs web kementerian di tautan berikut: https://haj.gov.sa/en/InternalPages/Umrah Orang yang tidak divaksinasi akan diizinkan untuk berdoa di Masjidil Haram di Makkah, dan Masjid Nabawi di Madinah. 

Tidak tertutup kemungkinan bagi jamaah umroh yang tida divaksinasi untuk mendapatkan izin umrah yang dikeluarkan melalui aplikasi Eatmarna, asalkan tidak terinfeksi atau kontak dengan orang yang terinfeksi Covid-19.

 

(ihram.co.id/ICA)

sumber : https://himpuh.or.id/blog/detail/530/arab-saudi-tidak-lagi-mewajibkan-calon-jamaah-umroh-tes-pcr

eskort mersineskort mersin