Nama Pintu Masuk Masjidil Haram Mekah ~ HAJI DAN UMRAH

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam”. (QS. Al Imran: 97) dan Surat al-Baqarah 2:196: Artinya: “Sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah. ”

Paket Umroh Haji

MADINA. Kegiatan Pelaksanaan Haji Dan Umrah di Madinah serta Beberapa Ke… ~ HAJI DAN UMRAH

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam”. (QS. Al Imran: 97) dan Surat al-Baqarah 2:196: Artinya: “Sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah. ”

Paket Umroh Haji

PENGERTIAN HAJI IFRAD, HAJI TAMATTU, DAN HAJI QIRAN ~ HAJI DAN UMRAH

Setiap jamaah bebas untuk memilih jenis ibadah haji yang ingin dilaksanakannya. Rasulullah SAW memberi kebebasan dalam hal itu, sebagaimana terlihat dalam hadis berikut.

Aisyah RA berkata: Kami berangkat beribadah bersama Rasulullah SAW dalam tahun hajjatul wada. Diantara kami ada yang berihram, untuk haji dan umrah dan ada pula yang berihram untuk haji. Orang yang berihram untuk umrah ber-tahallul ketika telah berada di Baitullah. Sedang orang yang berihram untuk haji jika ia mengumpulkan haji dan umrah. Maka ia tidak melakukan tahallul sampai dengan selesai dari nahar.

Dalam menunaikan ibadah haji, harus diketahui dulu apakah jama’ah akan melaksanakan haji ifrad, tamattu’ atau qiran. Adapun penjelasan dari macam-macam haji diatas adalah sebagai berikutIbadah haji hukumnya wajib bagi orang islam yang telah memenuhi SYARAT HAJI. dan kewajiban ini hanya berlaku satu kali seumur hidup. Selanjutnya, baik yang kedua atau yang seterusnya hukumnya sunnah, terkecuali bagi yang bernadzar, maka wajib hukumnya untuk melaksanakannya.

MACAM-MACAM HAJI

    • Haji Ifrad, yakni mengerjakan haji terlebih dahulu kemudian umrah diselingi tahallul
    • Haji Tamattu, yaitu mengerjakan umrah terlebih dahulu kemudian haji,
    • Haji Qiran, yaitu mengerjakan haji dan umrah bersama – sama diselingi tahallul


      PENGERTIAN-PENGERTIAN


      1. HAJI IFRAD (Menyendiri atau Mendahulukan Haji dari pada Umroh) 

Haji disebut ifrad bila sesorang bermaksud menyendirikan, baik menyendirikan haji maupun menyendirikan umrah. Dalam hal ini, yang didahulukan adalah ibadah haji. Artinya, ketika mengenakan pakaian ihram di miqat-nya, orang tersebut berniat melaksanakan ibadah haji dahulu. Apabila ibadah haji sudah selesai, maka orang tersebut mengenakan ihram kembali untuk melaksanakan umrah. Dalam hal ini jama’ah tidak dikenai dam

Haji Ifrad artinya Membedakan atau memisahkan “Ibadah Haji” dan “Ibadah Umrah”, dimana Haji dilakukan terlebih dahulu, kemudian melakukan Umrah. Atau dengan kata lain mengerjakan Haji dan Umrah dengan 2 kali Ihram.

Cara pelaksanaannya yaitu :

    • Ihram dan Miqot untuk Haji
    • Ihram lagi dan Miqot untuk Umrah
    • Umrah dikerjakan setelah menyelesaikan semua pekerjaan Haji tetapi masih dalam Bulan Haji
      Seseorang berniat melakukan haji saja tanpa umroh pada bulan haji, yaitu melaksanakan secara terpisah / sendiri-sendiri dengan melaksanaan ibadah haji dilakukan terlebih dahulu, selanjutnya melakukan umroh dalam satu musim haji. Untuk haji Ifrad ini, tidak ada kewajiban menyembelih hewan kurban. Apabila ibadah haji sudah selesai, maka orang tersebut mengenakan ihram kembali untuk melaksanakan umrah.


      2. HAJI TAMATTU ( bersenang-senang atau bersantai-santai) 
Haji Tamattu Artinya bersenang-senang yaitu “Ibadah Umrah” dan “Ibadah Haji” dilakukan secara terpisah dalam 2 kali Ihram. Yaitu melakukan “amalan Umrah” lebih dahulu dan setelah itu boleh langsung Tahallul (agar bebas pantangan Ihram), baru nanti setelah 8 Zulhijah Ihram lagi untuk “Amalan Haji”

cara pelaksanaanya yaitu :

    • Melakukan Ihram dan Mikat untuk Umrah dan setelah selesai Tawaf dan Sa’i langsung Tahallul agar terbebas dari larangan Ihram
    • Ihram lagi pada 8 Zulhijah dan Mikat untuk Haji
    • Umrah dan Haji deikerjakan secara terpisah dengan 2 kali Ihram
      Seseorang berihram untuk melaksanakan umrah pada bulan-bulan haji (Syawwal, Dzul Qa’dah, 10 hari pertama dari Dzul Hijjah), memasuki kota Makkah lalu menyelesaikan umrahnya dengan melaksanakan thawaf umrah, sa’i umrah kemudian bertahallul dari ihramnya dengan memotong pendek atau mencukur rambutnya, lalu dia tetap dalam kondisi halal (tidak berihram) hingga datangnya hari Tarwiyah, yaitu tanggal 8 Dzulhijjah.

      Pada hari Tarwiyah (tanggal 8 Dzul Hijjah) berihram kembali dari Makkah untuk menunaikan hajinya hingga sempurna. Bagi yang berhaji Tamattu’, wajib baginya menyembelih hewan kurban (seekor kambing/sepertujuh dari sapi/sepertujuh dari unta) pada tanggal 10 DzulHijjah atau di hari-hari tasyriq (tanggal 11,12,13 Dzul Hijjah). Bila tidak mampu menyembelih, maka wajib berpuasa 10 hari; 3 hari di waktu haji (boleh dilakukan di hari tasyriq). Namun yang lebih utama dilakukan sebelum tanggal 9 Dzul Hijjah/hari Arafah) dan 7 hari setelah pulang ke kampung halamannya. Banyak jama’ah yang memilih Haji tamattu karena relative terlebih mudah karena selesai tawaf dan sai langsung tahallul agar terbebas dari larangan selama ihram.


      3. HAJI QIRAN (menggabungkan, menyatukan atau sekaligus) :

Haji Qiran Artinya bersama-sama atau dijadikan satu paket, yaitu melaksanakan “Ibadah Haji” dan “Ibadah Umrah” secara bersamaan. Atau mengerjakan Haji dan Umrah dalam 1 kali Ihram.

cara pelaksanaanya yaitu

  • Melakukan Ihram dan Mikat dengan niat untuk Haji sekaligus Umrah
  • Semua “Amalan Umrah” (Tawaf, Sa’i dan Tahallul dihitung sudah termasuk sewaktu melaksanakan “Amalan Haji” 

Seseorang berniat haji dan umroh secara bersama-sama pada bulan-bulan haji dengan kata lain berihram untuk menunaikan umrah dan haji sekaligus, dan menetapkan diri dalam keadaan berihram (tidak bertahallul) hingga tanggal 10 Dzul Hijjah. Dia berihram untuk umrah, lalu ber-ihram untuk haji sebelum memulai thawaf-nya (untuk dikerjakan sekaligus bersama umrahnya). Untuk haji Qiran ini, wajib menyembelih hewan kurban (seekor kambing, sepertujuh dari sapi, atau sepertujuh dari unta) pada tanggal 10 Dzul Hijjah atau di hari-hari tasyriq (tanggal 11, 12, 13 Dzul Hijjah). Bila tidak mampu menyembelih, maka wajib berpuasa 10 hari; 3 hari di waktu haji (boleh dilakukan di hari tasyriq, namun yang lebih utama dilakukan sebelum tanggal 9 Dzul Hijjah/hari Arafah) dan 7 hari setelah pulang ke kampung halamannya. Dengan cara ini, berarti seluruh pekerjaan umrahnya sudah tercakup dalam pekerjaan haji.






Paket Umroh Haji

MACAM-MACAM HAJI ~ HAJI DAN UMRAH

TEMPAT MEMBAYAR DAM ((hewan sembelihan untuk membayar Dam)

HAJI QIRAN 

Haji Qiran yaitu Ibadah Haji dengan cara melaksanakan Ibadah Haji dan Ibadah Umroh pada waktu bersamaan, tanpa diselingi Tahallul. haji qiran dan ifrad hanya terdapat satu sa’i, boleh dilakukan setelah thawaf qudum atau setelah thawaf ifadhah pada tanggal 10 Dzulhijjah. haji tamattu’ dan qiran selain penduduk Mekkah, wajib bagi mereka menyembelih hewan hadyu (hewan sembelihan untuk membayar Dam)
1. Ihram dari miqat untuk Haji dan Umroh
2. Melakukan semua pekerjaan haji
3. Membayar Dam

HAJI TAMATTU

 
Haji tamattu yaitu Ibadah Haji dengan cara melaksanakan Ibadah Umroh dahulu kemudian Ibadah Haji, dan diselingi Tahallul. Pada haji tamattu’ terdapat dua kali sa’i, yang pertama ketika umrah dan yang kedua setelah melakukan thawaf ifadhah pada tanggal 10 Dzulhijjah. haji tamattu’ dan qiran selain penduduk Mekkah, wajib bagi mereka menyembelih hewan hadyu (hewan sembelihan untuk membayar Dam)
1. Ihram dari miqat untuk Umroh
2. Ihram lagi dari miqat untuk Haji
3. Membayar Dam
4. Disunatkan Tawaf Qudum

HAJI IFRAD

 
Haji ifrad yaitu Ibadah Haji dengan cara melaksanakan Ibadah Haji dahulu kemudian Ibadah Umroh, dan diselingi Tahallul. haji qiran dan ifrad hanya terdapat satu sa’i, boleh dilakukan setelah thawaf qudum atau setelah thawaf ifadhah pada tanggal 10 Dzulhijjah. Tidak ada kewajiban menyembelih hewan hadyu (hewan sembelihan untuk membayar Dam) bagi yang melaksanakan haji ifrad
1. Ihram dari miqat untuk Haji
2. Ihram lagi dari miqat untuk Umroh
3. Tidak membayar Dam

Paket Umroh Haji

BEBERAPA PENGERTIAN HAJI DAN UMRAH ~ HAJI DAN UMRAH

BEBERAPA PENGERTIAN IBADAH HAJI

1. Hukum
Ibadah Haji adalah wajib bagi orang yang pertama kali melaksanakan (memenuhi
rukun Islam), dan bagi orang yang bernazar. Sedangkan bagi yang sudah
melaksanakan ibadah haji hukumnya sunnah.

2.   Ibadah
Haji adalah berkunjung ke Baitullah di Makkah untuk melakukan tawaf, sa’i dan
wukuf di Arafah serta amalan lainnya dengan niat haji pada masa tertentu demi
mencapai ridho Allah.
Waktu mengerjakan ibadah haji di
mulai sejak 1 Syawal hingga menjelang terbit fajar malam ke sepuluh Zulhijah.

3.    Ibadah Haji merupakan salah satu dari rukun Islam.
yakni pada rukun yang kelima yang wajib dikerjakan bagi setiap muslim, baik itu
laki-laki maupun perempuan
bagi yang mampu dan telah memenuhi syarat. Orang yang
melakukan ibadah haji wajib memenuhi ketentuan-ketentuannya. Ketentuan haji
selain pengertian haji diatas, juga syarat haji, rukun haji, wajib haji,
larangan haji, tata cara haji, serta sunnah-sunnah haji.

4.  Menunaikan ibadah haji diwajibkan atas setiap muslim
yang mampu mengerjakannya dan seumur hidup sekali. Bagi mereka yang mengerjakan
haji lebih dari satu, hukumnya sunah. Allah SWT. berfirman dalam Surah Ali
Imran Ayat 97 yaitu: 
Yang Artinya: ….Dan
(diantara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke
Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana.
Barang siapa mengingkari (kewajiban) haji maka ketahuilah bahwa Allah Mahakaya
(tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh Alam.
(Q.S. Ali Imran/3:97). 

5.    Menunaikan ibadah haji adalah bentuk ritual tahunan
bagi kaum muslim yang mampu secara material, fisik, maupun keilmuan dengan
berkunjung ke beberapa tempat di Arab Saudi dan melaksanakan beberapa kegiatan
pada satu waktu yang telah ditentukan yaitu pada bulan Dzulhijjah.

6. Secara estimologi (bahasa), Haji berarti niat (Al
Qasdu), sedangkan menurut syara’ berarti Niat menuju Baitul Haram dengan
amal-amal yang khusus.Temat-tempat tertentu yang dimaksud dalam definisi diatas
adalah selain Ka’bah dan Mas’a (tempat sa’i), juga Padang Arafah (tempat
wukuf), Muzdalifah (tempat mabit), dan Mina (tempat melontar jumroh).

7.   Ibadah haji hanya dapat dilaksanakan sekali dalam
setahun yaitu pada pada tanggal 9 Dzulhijjah, yaitu saat Wuquf di Arafah,
karena ibadah haji pada hakikatnya adalah wuquf di Arafah. Selain hanya bisa
dilakukan sekali dalam setahun ibadah haji juga memerlukan waktu pelaksanaan
yang lebih lama dan juga menggunakan tenaga yang lebih banyak untuk
menjalaninya

BEBERAPA PENGERTIAN IBADAH UMRAH

1. Hukum Ibadah
Umrah adalah wajib bagi orang yang pertama kali melaksanakan dan bagi orang
yang bernazar. Sedangkan bagi orang-orang yang melaksanakan Umrah kedua kali
dan seterusnya hukumnya sunat. Umrah dapat dilaksanakan sewaktu-waktu di luar
musim haji(kecuali pada waktu wukuf dan hari-hari Tasyrik).

2.   Ibadah
Umrah Berkunjung ke Baitullah di Makkah untuk melakukan Tawaf, Sa’i, dan
memotong/mencukur rambut (tahallul) dan dapat dilakukan kapan saja demi
mencapai ridha Allah.

3.  Umrah adalah berkunjung ke Ka’bah untuk melakukan
serangkaian ibadah dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan. Umroh disunahkan
bagi muslim yang mampu. Umroh dapat dilakukan kapan saja, kecuali pada hari
Arafah yaitu tgl 10 Zulhijah dan hari-hari Tasyrik yaitu tgl 11,12,13 Zulhijah.
Melaksanakan Umroh pada bulan Ramadhan sama nilainya dengan melakukan Ibadah
Haji

4.    Ibadah umrah merupakan ibadah yang hukumnya sunnah
atau tidak wajib dilaksanakanan, waktu untuk melaksanakan ibadah umrah tidak
terbatas atau dapat dilakukan disetiap hari kecuali jika waktu pelaksanaan haji
maka hanya ibadah haji yang bisa berlangsung
.

Paket Umroh Haji

LARANGAN-LARANGAN DALAM HAJI DAN UMRAH ~ HAJI DAN UMRAH

LARANGAN-LARANGAN  DALAM  HAJI DAN UMRAH

Larangan-larangan dalam haji yaitu seluruh
amal perbuatan yang dilarang dikerjakan. Jika seorang jamaah haji
mengerjakannya, ia wajib membayar Dam atau denda. Larangan-larangan haji ini
berlaku juga bagi yang sedang melaksanakan Umrah.

Larangan Haji ini lebih tepatnya disebut
larangan Ihram, karena larangan haji ini belaku pada saat jemaah haji atau
jamaah umrah masih diwajibkan memakai kain Ihram. Jika ada jamaah haji atau
umrah yang melanggar, artinya mengerjakan hal-hal yang dilarang di atas maka
yang bersangkutan harus membayar denda atau dam, untuk setiap kasus seekor
domba/kambing. Akan tetapi jika yang dilanggar adalah bersetubuh, maka hajinya
tidak sah atau batal.

LARANGAN DALAM HAJI

1.    Memakai pakaian
yang dijahit dan memakai tutup kepala bagi laki-laki yang sedang ihram.

2.    Menutup muka dan
kedua telapak tangan bagi perempuan yang sedang ihram.

3.    Memakai harum-haruman
baik pada badan atau pakaian.

4.    Mencukur atau
menghilangkan rambut atau bulu badan yang lain.

5.    Memotong kuku.

6.    Menikah dan
menikahkan atau menjadi wali.

7.    Besetubuh.

8.    Berburu atau
membunuh binatang darat yang liar dan halal dimakan.

9.    Menebang pohon atau
memotong rerumputan.

LARANGAN DALAM
UMROH

Larangan dalam Umroh disebut larangan-larangan
Ihram, karena larangan umroh ini belaku pada 
saat jamaah umroh masih diwajibkan memakai kain Ihram.

Adapun larangan umroh yang harus dijauhi
jemaah  laki-laki dan perempuan

1.    Mencabut rambut
atau memotong kuku. Mencabut berarti disengaja, jika tidak disengaja maka tidak
dikenakan denda.

2.    Mempergunakan
wangi-wangian dibadannya atau pakaiannya, begitu juga pada makanan dan
minumannya. Adapun jika ada sisa wangi-wangian yang ia pergunakan saat sebelum
ihram, maka tidak mengapa.

3.    Membunuh binatang
buruan atau menghalaunya atau membantu orang yang berburu, selagi ia masih
dalam keadaan ihram.

4.    Memotong  dan menebang 
pepohonan atau mencabut tanaman yang masih hijau di tanah Haram, begitu
juga  dengan mengambil /memungut barang
temuan, kecuali jika anda  bermaksud
untuk mengumumkannya. Karena Rasulullah saw melarang semua perbuatan tersebut.
Larangan ini berlaku juga bagi yang tidak berihram.

5.    Meminang atau
melangsungkan akad nikah,  baik untuk
dirinya maupun untuk orang lain. Begitu juga mengadakan hubungan dengan istri
atau menjamahnya dengan syahwat selama ia dalam keadaan Ihram

6.    Larangan Umroh –
Membunuh Binatang

LARANGAN UMROH
UNTUK KAUM PRIA

1.    Mengenakan
penutup   kepala yang melekat. Adapun
menggunakan payung  atau berteduh dibawah
atap kendaraan atau membawa barang-barang diatas kepala, tidaklah mengapa.

2.    Memakai kemeja dan
semacamnya yang  ada jahitanya  (berjahit) untuk menutupi seluruh badannya
atau sebagiannya, begitu juga jubah, sorban, celana dan sepatu, kecuali tidak
mendapatkan sarung lalu memakai celana, atau tidak mendapatkan sandal kemudian
mengenakan sepatu, maka tidak mengapa baginya.

LARANGAN
UMROH UNTUK KAUM WANITA

1.    Bagi kaum  wanita diharamkan saat kondisi  ihram untuk menggunakan sarung tangan dan
menutup mukanya dengan cadar atau kerudung. Tetapi bila ia berhadapan muka
dengan kaum pria yang bukan mahram, maka wajib ia menutup mukanya dengan
kerudung atau semacamnya, sebagaimana kalau ia tidak berihram.

2.    Apabila terlanjur
mengenakan pakaian berjahit, atau menutup kepalanya, atau mempergunakan
wangi-wangian, atau mencabut rambutnya, atau memotong kukunya karena lupa atau
tidak mengetahui hukumnya, maka ia tidak dikenakan Dam. Dan hendaklah segera
menghentikan perbuatan-perbuatan tadi disaat ingat atau mengetahui hukumnya.

DAM
(DENDA)

Denda atau tebusan bagi mereka yang
menunaikan haji atau umrah tetapi melakukan pelanggaran ketentuan  yang menjadi 
peraturan yang telah ditetapkan dalam ibadah haji  Pelanggaran itu misalnya melakukan larangan –
larangan dalam  Ihram atau tidak dapat
menyempurnakan wajib haji seperti mabit di Mina atau Muzdalifah.

Ketentuan dam sebagai berikut:

1.    Bila larangan pada
ihram kecuali bersetubuh, berburu atau membunuh binatang, mencabut atau
memotong pepohonan serta akad nikah, maka dam-nya adalah menyembelih seekor
kambing tau bersedekah kepada 6 orang miskin (2 mud = 1 1/5 kg) atau berpuasa 3
hari.

2.    Suami istri
besetubuh, dam-nya adalah:

a)   Menyembelih seekor
unta, atau

b)   Menyembelih seekor
sapi, atau

c)   Menyembelih 7 ekor
kambing, atau

d)   Memberi makan fakir
miskin di tanah haram senilai harga seekor unta. Bila dilakukan sebelum
tahallul awal maka wajib membayar dam dan hajinya batal. Bila dilakukan setelah
tahallul akhir maka wajib membayar dam dan hajinya sah.

3.    Akad nikah di waktu
ihram, sanksinya tidak membayar dam tapi nikahnya tidak sah (batal)

4.    Jika  seseorang melanggar larangan umroh seperti:
menutupo kepala dengan penutup apapun, mencukur rambut, memotong kuku,
menggunakan wangi-wangian, mengenakan pakaian berjahit, ia wajib membayar
fidyah, yaitu puasa tiga hari sampai 10 hari 
atau memberi makan enam orang miskin dan setiap orang miskin mendapatkan
satu genggam gandum bahkan ada yang harus mentembelih binatang hadyu.

5.    Menunaikan ibadah
haji akan dikenakan Dam apabila melakukan antara pelanggaran sebagai

a)   Tidak Ihram dari
Miqat

b)   Tidak Mabit I di
Muzdalifah

c)   Tidak Mabit II di
Mina

d)   Tidak melontar
Jumrah

e)   Tidak melakukan
Tawaf Wada

6.    Akad nikah di waktu
ihram, sanksinya tidak membayar dam tapi nikahnya tidak sah (batal);

Paket Umroh Haji

URUTAN PELAKSANAAN IBADAH UMRAH ~ HAJI DAN UMRAH


URUTAN PELAKSANAAN IBADAH UMRAH

Pengertian Ibadah Umroh secara secara syar’i dan terminologi fiqih, adalah mengunjungi kota Mekkah untuk melakukan ibadah (seperti niat umroh, thawaf dan sa’i) dengan tata cara tertentu. Atau dengan kata lain berkunjung ke Baitullah untuk melakukan ibadah umroh dengan syarat-syarat yang telah disyariatkan.

SYARAT UMRAH

Syarat untuk mengerjakan
umrah sama dengan syarat untuk mengerjakan haji:

1.    
Beragama Islam

2.    
Baligh, dan berakal

3.    
Merdeka

4.    
Memiliki kemampuan, adanya bekal dan kendaraan

5.    
Ada mahram (khusus bagi wanita)

RUKUN UMRAH ADALAH :

Meninggalkan rukun, maka
umrahnya tidak sempurna dan wajib diulangi

1.    
Ihram, berniat untuk memulai umrah

2.    
Thawaf

3.    
Sai

WAJIB UMRAH ADALAH:

Meninggalkan kewajiban,
umrah tetap sah dan kesalahan tersebut (meninggalkan kewajiban) tetapi harus
membayar  DAM

1.    
Melakukan ihram ketika hendak memasuki miqat

2.    
Bertahallul dengan menggundul atau memotong sebagian rambut

TATA CARA PELAKSANAAN UMRAH :

1.       
Mandi Besar (Janabah)

Disunnahkan mandi besar
(janabah) sebelum ihram untuk umrah.

Jika seseorang akan melaksanakan
umrah, dianjurkan untuk mempersiapkan diri sebelum berihram dengan mandi
sebagaimana seorang yang mandi junub, memakai wangi-wangian yang terbaik jika
ada dan memakai pakaian ihram

2.       
Memakai pakaian
ihram.

Pakaian ihram bagi laki-laki berupa
dua lembar kain ihran yang berfungsi sebagai sarung dan penutup pundak. Adapun
bagi wanita, ia memakai pakaian yang telah disyari’atkan yang menutupi seluruh
tubuhnya. Namun tidak dibenarkan memakai cadar/ niqab (penutup wajahnya) dan
tidak dibolehkan memakai sarung tangan. jika bertepatan dengan waktu shalat
wajib, maka shalatlah lalu berihram setelah shalat

3.       
Niat umrah

Niat umrah dalam hati,
ketika sampai di miqot ( batas daerah tanah suci ) sholat sunah dua rokaat dan
mengucapkan Labbaika Allahumma ‘umrotan
atau Labbaika Allahumma bi’umrotin
(
aku memenuhi
panggilan-Mu untuk menunaikan ibadah umrah). Kemudian bertalbiyah dengan dikeraskan suaranya bagi laki-laki dan cukup
dengan suara yang didengar orang yang ada di sampingnya bagi wanita, yaitu
mengucapkan Labbaikallahumma labbaik
labbaika laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa
syarika laka.
(Aku menjawab panggilan-Mu ya Allah, aku menjawab
panggilan-Mu, aku menjawab panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu,  aku
menjawab panggilan-Mu. Sesungguhnya segala pujian, kenikmatan dan kekuasaan
hanya milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu).

4.       
Masuk Masjidil Haram.

Banyak Pintu Masuk Masjidil Haram. Memasuk Masjidil Haram dengan mendahulukan kaki kanan
sambil membaca doa masuk masjid: “Allahummaf-tahlii
abwaaba rohmatik
(Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu. Kemudian menuju hajar aswad sambil
menyentuhnya dengan tangan kanan dan menciumnya jika mampu dan mengucapkan
Bismillahi wallahu akbar. Jika tidak bisa menyentuh dan menciumya, maka cukup
memberi isyarat dan berkata Allahu akbar.

5.       
Thawaf 

Kemudian, memulai thawaf umrah 7
putaran, dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir di Hajar Aswad pula. Dan
disunnahkan berlari-lari kecil pada 3 putaran pertama dan berjalan biasa pada 4
putaran terakhir.
Disunnahkan pula mengusap Rukun
Yamani pada setiap putaran thawaf. Namun tidak dianjurkan mencium rukun Yamani.
Dan apabila tidak memungkinkan untuk mengusapnya, maka tidak perlu memberi
isyarat dengan tangan

Ketika berada di antara Rukun Yamani
dan Hajar Aswad, disunnahkan membaca,“Robbana
aatina fid dunya hasanah, wa fil aakhiroti hasanah wa qina ‘adzaban naar

(Ya Rabb kami, karuniakanlah pada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di
akhirat serta selamatkanlah kami dari siksa neraka). (QS. Al Baqarah: 201)

Dan seseorang yang thawaf boleh membaca Al Qur’an atau
do’a dan dzikir yang ia suka.

Setelah thawaf, menutup kedua pundaknya, lalu menuju ke makam Ibrahim
sambil membaca, “Wattakhodzu mim maqoomi ibroohiima musholla(Dan jadikanlah
sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat) (QS. Al Baqarah: 125).

6.       
Salat di
belakang Maqam Ibrahim

Shalat sunnah thawaf dua raka’at di
belakang Maqam Ibrahim, pada rakaat pertama setelah membaca surat Al Fatihah,
membaca surat Al Kaafirun dan pada raka’at kedua setelah membaca Al Fatihah,
membaca surat Al Ikhlas
7.       
Minum Air zam-zam

Setelah shalat disunnahkan minum air zam-zam dan
menyirami kepada dengannya. Kembali ke Hajar Aswad, bertakbir, lalu mengusap
dan menciumnya jika hal itu memungkinkan atau mengusapnya atau memberi isyarat
kepadanya.

8.       
Sa’i (Shofa dan
Marwah)

Kemudian, menuju ke Bukit Shafa
untuk melaksanakan sa’i umrah dan jika telah mendekati Shafa dan menghadap kiblat sambil mengangkat kedua
tangan dan
, membaca, “Innash shafaa wal marwata min sya’airillah
 (Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah) (QS. Al
Baqarah: 158). Lalu mengucapan, Abda’u bima bada’allahu bihi (Aku memulai dengan apa yang Allah
memulainya).

 
Kemudian
bertakbir 3 kali tanpa memberi isyarat dan mengucapkan Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu. Lahul mulku wa lahul
hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai’in qodiir. Laa ilaha illallahu wahdahu anjaza
wa’dahu wa nasoro ‘abdahu wa hazamal ahzaaba wahdahu 3x
..
“yang artinya “Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah
semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah segala kerajaan dan segala
pujian untuk-Nya. Dia yang menghidupkan dan yang mematikan. Dia Mahakuasa atas
segala sesuatu. Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah
semata. Dialah yang telah melaksanakan janji-Nya, menolong hamba-Nya dan
mengalahkan tentara sekutu dengan sendirian”. Kemudian berdoa sesuai apa yang dikehendaki

Sa’i dilakukan sebanyak 7
kali dengan hitungan berangkat satu kali dan kembalinya dihitung satu kali,
diawali di bukit Shofa dan diakhiri di bukit Marwah.
Disunnahkan berlari-lari kecil dengan cepat dan sungguh-sungguh di antara
dua tanda lampu hijau yang berada di Mas’a (tempat sa’i) bagi laki-laki, lalu
berjalan biasa menuju Marwah dan menaikinya

9.       
Bertahallul 

Mencukur
seluruh atau sebagian rambut kepala bagi lelaki dan memotongnya sebatas ujung
jari bagi wanita.
Setelah memotong atau mencukur
rambut, maka berakhirlah ibadah umrah dan Anda telah dibolehkan untuk
mengerjakan hal-hal yang tadinya dilarang ketika dalam keadaan ihram.

Lebih afdhol, cukur semua.
(Biasanya, saat sampai di Marwa pada putaran terakhir, cukur sebagian dulu
tanda selesai umroh. Pada saat keluar masjid, ketemu tukang cukur, baru cukur
semua).

10.   
Alhamdulillah. Selesai

TEMPAT MIQAT


Kita boleh
melakukan umroh untuk orang yang sudah meninggal.

Bila berada di
Madina. Tempat miqat (tempat
mulai niat umroh Haji untuk berpakaian ihram) di Bir Ali.

Bila sudah berada di Makkah, maka salah
satu tempat miqatnya bisa di Tan’im.
Jadi ke Tan’im dulu untuk niat ihram, baru ke Masjidil Haram untuk thawaf, dan
seterusnya seperti di atas.

Paket Umroh Haji

MASJID JIN ATAU AL-BAI’AH MEKAH ARAB SAUDI ~ HAJI DAN UMRAH

MASJID JIN ATAU  AL-BAI’AH  

Masjid
Jin atau Al-Jin atau Al-Bai’ah adalah masjid yang terletak di kota Makkah yaitu
1,5 km di sebelah utara Masjidil Haram, tepatnya di kampung Ma’la dan tidak
jauh dari pemakaman kaum Muslim. Masjid Al-Jin sering juga dikenal dengan nama
Masjid al-Bai’ah. Masjid Al Jin tampak seperti masjid-masjid pada umumnya.
Luasnya 10 x 20 meter, mempunyai dua lantai, satu basement, dan juga kubah.
Masjid ini terlihat kokoh, tidak kalah dengan gedung-gedung di sekitarnya.

Menurut
riwayat kisah dinamakan Masjid Al-Jin atau Al-Bai’ah (Video disini) terjadi di tahun kesepuluh kenabian Muhammad SAW saat  bersama para sahabat yang hendak pulang dari
Thaif melaksanakan shalat Subuh di tempat ini. Nabi Muhammad SAW melantunkan
ayat-ayat Al-Quran Surat Ar-Rahmah yang diperdengarkan kepada para sahabat dan
saat itu serombongan Jin yang sedang menuju Tihamah, terpukau dari makna Surat
Ar-Rahman yang dilantunkan nabi Muhammad SAW. Mereka kemudian berdialog dengan
Rasulullah usai salat subuh. Para Jin itu pun menyatakan keislamannya dan
berbaiat kepada nabi Muhammad SAW.
Oleh
sebab itu, masjid ini dikenal juga dengan nama Masjid Al-Bai’ah, yakni masjid
tempat serombongan jin melakukan baiat. Mereka mengimaninya. Mereka lalu pulang
ke kaumnya dan menyampaikan kejadian yang mereka alami. Kaum mereka pun
menerima dan mengimani ajaran yang dibawa tersebut

Peristiwa
ini diabadikan dalam Alquran, Surat Al-Ahqaf, ayat 29 hingga 32:”Dan
ingatlah ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan
Al-Quran. Maka tatkala  mereka menghadiri
pembacaan (nya) lalu mereka berkata: Diamlah kamu untuk mendengarkannya. Ketika
pembacaan selesai, mereka kembali kepada kaumnya untuk memberi
peringatan,” (29)

“Mereka
berkata: Hai kaum kami, seseungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Al-Quran)
yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab-kitab sebelumnya lagi
memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus,” (30)

“Hai
kaum kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah
kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu
dari azab yang pedih,” (31)

“Dan
orang-orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah maka
dia tidak akan melepaskan diri dari azab Allah di muka bumi dan tidak ada
baginya pelindung selain Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata,”
(32)

Paket Umroh Haji